Perkembangan Bahasa Pada Anak

Penggunaan Bahasa Pada Anak

Nama anak : Salman AL-Farizy
Umur anak : 2 tahun 10 bulan 5 hari (tanggal 05 bulan oktober 2017)
Deskripsi penggunaan bahasa pada anak yang bernama Salman Al-Farizy yang berumur 2 tahun 6 bulan adalah sebagai berikut :
Kosa kata anak
Kosa kata yang digunakan (1 kosa kata ) :
Mama
Papa
Minum
Susu
Main
Jajan
Dada
Kucing
Makan
Pipis
Mandi
Sepeda
Kakak
Abng
Mobil
Permen
Bola
Hp
buku
Dan lain-lain
Kosa kata yang digunakan (2 kosa kata) :
Pergi main
Mau mandi
Pergi jajan
Mama ikut
Mau minum
Mau ikut
Maik motor
Mau permen
Main bola
Main mobil
Mau pipis
Kakak pergi
Papa kemana
Main sepeda
Duduk disini
Fariz main
Main keluar
Buku kakak
Mobil papa
Dan lain-lain
Kalimat yang digunakan anak
Kalimat yang digunakan anak :
Mama ayo kita pergi main
Mama Fariz mau jajan permen
Kakak nama kakak siapa
Kakak mau pergi belajar ya
Kakak ayo main sama Fariz
Abang mau pergi kemana
Kakak ini apa kak
Kakak ayo kita main mobil-mobilan
Kakak ayo kita beli permen
Kakak Fariz mau ikut
Kakak tadi Fariz main sama teman
Mama fariz mau makan
Mama Faris boleh pergi main
Mama Fariz mau ikut sama kakak
Kakak lagi buat apa
Mama papa mau kemana
Mama Fariz mau main sama kakak
Kakak itu apa
Mama Fariz mau main sepeda
Mama Fariz boleh main sepeda
Dan lain-lain
Komunikasi anak
Komunikasi anak
Anak berkomunikasi dengan orang tuanya
Anak : mama Fariz boleh main di luar
Mama : iya, jangan kumel
Anak : mama Fariz mau jajan permen
Mama : jangan banyak-banyak
Anak : mama fariz main sama teman
Mama : jangan nakal
Anak berkomunikasi dengan temannya
Anak : ayo kita main bola
Teman : ayo main bola
Anak : jangan kencang-kencang
Teman : tidak
Anak berkomunikasi dengan abang nya
Anak : abng lagi apa ?
Abang : abang pakai sepatu
Anak : abang mau kemana ?
Abang : abng mau pergi kuliaj
Anak : abng Fariz ikut
Abang : jangan ikut
Anak berkomunikasi dengan peneliti
Peneliti : adek lagi apa ?
Anak : lagi main
Peneliti : adek sidah makan :
Anak : sudah tadi
Peneliti : nama adek siapa ?
Anak : nama adek fariz
Peneliti : adek lagi apa ?
Anak : lagi main sama teman
Peneliti : mama adek mana ?
Anak : mama di rumah
Peneliti : siapa nama teman adek
Anak : Mirul
Anak : siapa nama kakak ?
Peneliti : nama kakak Rahma
Anak : kakak lagi apa ?
Peneliti : kakak lagi temanin Fariz main
Anak : itu buku kakak ya ?
Peneliti : iya, ini buku kakak
Anak : kakak buat apa ?
Peneliti : kakak buat tugas
Anak : kakak sekolah dimana ?
Peneliti : kakak kuliah
Anak : kakak ayo kita main
Peneliti : kita main apa ?
Anak : kita main bola
Peneliti : ayo
Anak : kakak tinggal dimana ?
Peneliti : kakak tinggal di depan rumah adek
Mimik atau gerak tubuh anak
Anak gembira ketika di bolehkan main di luar rumah
Anak bercerita sambil bermain
Anak lompat-lompat ketika jajan permen
Anak berlari ketika bermain bola
Anak tertawa ketika bermain bersama temannya
Anak menangis ketika abangnya pergi kuliah
Deskripsi data
Pada saat saya melakukan observasi (pengamatan) kepas anak yang bernama Salman Al-Farizy yang lahir (tanggal 05 bulan oktober 2017) dan saat ini berumur 2 tahun 10 bulan 5. Pada saar saya melakukan observasi, Fariz telah dapat menguasai nanyak kosa kata, dari kosa kata yang telah mampu diucapkan oleh Fariz, ia mampu menghasilkan atau mengucapkan banyak ucapan.
Kosa kata yang telah dikuasai oleh anak ( Fariz)sangat banyak. Satu kosa kata yang dikuasai oleh anak (Fariz) sangat banyak, namun disini saya hanya membuat sebanyak 20 kosa kata, di antaranya adalah : (1) Mama, (2) Papa. (3) Minum, (4) Susu, (5) Main, (6) Jajan, (7) Dada, (8) Kucing, (9) Makan, (10) Pipis, (11) Mandi, (12) Sepeda, (13) Kakak, (14) Abang, (15) Mobil, (16) Permen, (17) Bola, (18) Hp, (19) buku, dan lain-lain.
Dua kosa kata yang telah dikuasai si anak (Fariz) sangat banyak, namun disini saya hanya membuat sebanyak 20 kosa kata, di antaranya adalah : (1) Pergi main, (2) Mau mandi, (3) Pergi jajan, (4) Mama ikut, (5) Mau minum. (6) Mau ikut, (7) Naik motor, (8) Mau permen, (9) Main bola, (10) Main mobil, (11) Mau pipis, (12) Kakak pergi, (13) Papa kemana, (14) Main sepeda, (15) Duduk disini, (16) Fariz main, (17) Main keluar. (18) Buku kakak, (19) Mobil papa, dan lain-lain. Di antara banyaknya suku kata yang telah dipelajari oleh di anak ( Fariz) si anak telah mampu membuat beberapa kalimat dengan menggabungkan kosa kata yang telah dikuasainya. Kalimat yang telah mampu dikuasai oleh anak ( Fariz) di antaranya adalah :
Mama ayo kita pergi main
Mama Fariz mau jajan permen
Kakak nama kakak siapa
Kakak mau pergi belajar ya
Kakak ayo main sama Fariz
Abang mau pergi kemana
Kakak ini apa kak
Kakak ayo kita main mobil-mobilan
Kakak ayo kita beli permen
Kakak Fariz mau ikut
Kakak tadi Fariz main sama teman
Mama Fariz mau makan
Mama Faris boleh pergi main
Mama Fariz mau ikut sama kakak
Kakak lagi buat apa
Mama papa mau kemana
Mama Fariz mau main sama kakak
Kakak itu apa
Mama Fariz mau main sepeda
Mama Fariz boleh main sepeda
Dan lain-lain
Meskipun dalam pengucapan kalimat ini masih ada beberapa kata yang sulit untuk diucapkan oleh si anak ( Fariz ) seperti dalam menyebutkan kata ( pergi ) anak kesulitan untuk membaca huruf ( R ), kata ( belajar ) anak kesulitan membaca huruf ( R ), anak kesulitan menyebutkan kata ( permen ) anak kesulitan membaca huruf ( R ), dan kata-kata lainnya.
Pada usia ini, anak telah bisa menyusun kata-kata yang dimilikinya menjadi sebuah komunikasi dengan orang lain, kalimat-kalimat yang digunakan dalam berkomunikasi tersebut di antaranya adalah :
Anak berkomunikasi dengan orang tuanya
Anak : mama Fariz boleh main di luar
Mama : iya, jangan kumel
Anak : mama Fariz mau jajan permen
Mama : jangan banyak-banyak
Anak : mama fariz main sama teman
Mama : jangan nakal
Anak berkomunikasi dengan temannya
Anak : ayo kita main bola
Teman : ayo main bola
Anak : jangan kencang-kencang
Teman : tidak
Anak berkomunikasi dengan abang nya
Anak : abng lagi apa ?
Abang : abang pakai sepatu
Anak : abang mau kemana ?
Abang : abng mau pergi kuliaj
Anak : abng Fariz ikut
Abang : jangan ikut
Anak berkomunikasi dengan peneliti
Peneliti : adek lagi apa ?
Anak : lagi main
Peneliti : adek sidah makan :
Anak : sudah tadi
Peneliti : nama adek siapa ?
Anak : nama adek fariz
Peneliti : adek lagi apa ?
Anak : lagi main sama teman
Peneliti : mama adek mana ?
Anak : mama di rumah
Peneliti : siapa nama teman adek
Anak : Mirul
Anak : siapa nama kakak ?
Peneliti : nama kakak Rahma
Anak : kakak lagi apa ?
Peneliti : kakak lagi temanin Fariz main
Anak : itu buku kakak ya ?
Peneliti : iya, ini buku kakak
Anak : kakak buat apa ?
Peneliti : kakak buat tugas
Anak : kakak sekolah dimana ?
Peneliti : kakak kuliah
Anak : kakak ayo kita main
Peneliti : kita main apa ?
Anak : kita main bola
Peneliti : ayo
Anak : kakak tinggal dimana ?
Peneliti : kakak tinggal di depan rumah adek
Dalam berkomunikai ini si anak ( Fariz ) telah mampu menyusun kata-kata yang dikuasainya menjadi sebuah kalimat yang baik.
Mimik atau gerak tubuh yang di gunakan si anak ( Fariz ) dalam berkomunikasi dengan orang lain juga digunakan oleh si anak ( Fariz ). Mikik atau gerak tubuh si anak ( Fariz ) di antaranya adalah :
Anak gembira ketika di bolehkan main di luar rumah
Anak bercerita sambil bermain
Anak lompat-lompat ketika jajan permen
Anak berlari ketika bermain bola
Anak tertawa ketika bermain bersama temannya
Anak menangis ketika abangnya pergi kuliah
Analisis data yang didapatkan
Berdasarkan hasil observasi ( pengamatan ) yang telah saya lakukan, maka saya dapat menganalisis bahwa anak pada usia ini telah mampu meguasai kosa kata yang sangat banyak, si anak telah mampu merangkai kosa kata yang telah dimilikinya menjadi sebuah kalimat. Ketika seorang anak berusia sua setengah tahun, si anak akan melewati bentuk-bentuk tahap telegrafis dan membangun beberapa morfem infleksional yang menunjukkkan fungsi gramatikal nomina dan verba yang digunakan oleh si anak. Ketika si anak berusia di antara dua dab dua tahun, anak mulai menmghasilkan banyak ucapan yang bisa diklasifikasikan sebagai ujaran “ kata majemuk “ , yang paling penting dari ucapan-ucapan yang di keluarkan si anak tidak lagi mengenai berapa banyak jumlah kata yang diucapkannya, melainkan variasi dalam bentuk kata yang mulai muncul.
Dari hasil observasi yang saya lakaukan, si anak telah mampu membangun kalimat dan dapat menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat dengan baik, walaupun dalam beberapa pengucapan kata si anak masih kesulitan dalam menyebutkan beberapa huruf seperti huruf ( R ). Pada umur ini, koasa kata yang dimiliki oleh si anak akan bertambah debgan cepat dan si anak mulai berbicara dengan sambil meningkatkan kegiatan fisiknya seperti berlari dan melompat. Pada saat saya melakukan observasi ( pengamatan ) si anak ( Fariz ) telah mampu menggunakan atau menunjukkan mimic atau gerak tubuh sesuai dengan keadaan yang sedang di alaminya. Contohnya seperti saat si anak diperbolehkan bermain keluar rumah oleh orang tuanya di anak langsung merasa senang, saat si anak diperbolehkan jajan permen si anak langsung melompat-lompat menunjukkan ekspresi senagnya, anak bercerita kepada temannya sambil bermain, anak berlarian kesana-kemari ketiaka bermaian bola dengan temannya, si anak tertawa ketika sedang bermain dengan temannya, dan si anak menangis ketika ditinggalkan oleh abangnya. Pada tahap usia ini, perkembangan bahasa anak telah sesuai dengan semestinya menurut tahap perkembangannya dan telah sesuai dengan apa yang ada di dalam buku panduan.

Komentar